“Workshop Art Therapy Dalam Upaya Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa”

Bagikan :

Selasa 6 Agustus 2024 telah diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertempat di ruang konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Kegiatan ini merupakan agenda pertama yang bertempat di ruang konseling sebagai penanda awal dibukanya ruang konseling di FTIK. Dengan dibuatnya struktur pengelola dan terjadwalnya kegiatan konseling diharapkan dapat menjadi fasilitas yang bisa di manfaatkan secara berkala oleh mahasiswa.

Adapun tema kegiatannya yakni “Workshop Art Therapy Dalam Upaya Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa”. Kegiatan ini dibuat dengan pertimbangan banyaknya keluhan atas kondisi stres yang dialami mahasiswa. Dalam mengawali kegiatan di hari pertama, Bapak Safirudin Al Baqi, M.A dalam pembicara kegiatan ini menyampaikan bahwa:

Berbicara perihal stres bisa dialami oleh semua kalangan, tanpa terkecuali mahasiswa. Stres dapat mengakibatkan penurunan minat dan konsentrasi belajar. Maka dari itu mahasiswa perlu mendapatkan fasilitas dan pengetahuan bagaimana cara yang tepat mengenali dan mengelola stres yang dialami.

Setelah mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai indikator stres dan cara mengatasinya, selanjutnya pada hari kedua Rabu, 7 Agustus 2024 mahasiswa kembali hadir guna mengikuti workshop art therapy yang dimaksudkan untuk relaksasi diri (stres release) dengan metode pembuatan karya seni. Kegiatan ini di isi oleh Bapak Tirta Dimas Wahyu Negara, M.Pd yang dalam penyampaiannya mengatakan:

Dalam menciptakan karya seni kita tidak membutuhkan bakat, sejatinya karya apapun dalam dunia seni dapat dinikmati dalam sudut pandang yang beragam. Pemahaman akan memori masa lalu, tingkat spriritualitas dan emosi diri dapat menghadirkan karya yang menarik. Menikmati alur dalam berkarya dan di iringi dengan instrumen yang menenangkan akan menghadirkan pengalaman batiniah seniman, sebaliknya dalam menikmati proses berkarya dengan menghadirkan emosi akan melepaskan beban melalui guratan yang spontanitas. Maka dari itu seni dapat dijadikan alternatif sebagai upaya melepaskan beban pikiran.

         

Setelah mengikuti kegiatan berkarya seni, selanjutnya peserta workshop mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan psikolog yang dalam kegiatan ini adalah Bapak Fendi Krisna Rusdiana, M.Psi dan Ibu Dwi Ulfa Nurdahlia, M, Si. Momen ini bertujuan untuk sesi berdiskusi mendalam perihal yang dialami mahasiswa dengan harapan akan menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Editor: Rihab Wit Daryono

Berita Terkait